Riyadhus Shalihin Bab 2: Kitab Taubat

Riyadhus Shalihin

Bab 2: Taubat
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu berkata: Saya mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Demi Allah, sesungguhnya saya itu niscayalah memohonkan pengampunan kepada Allah serta bertaubat kepadaNya dalam sehari lebih dari tujuh puluh kali.” (Riwayat Bukhari)
 
Dari Aghar bin Yasar al-Muzani Radhiyallahu ‘anhu katanya: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Hai sekalian manusia, bertaubatlah kepada Allah dan mohonlah pengampunan daripadaNya, kerana sesungguhnya saya ini bertaubat dalam sehari seratus kali.” (Riwayat Muslim)

 

Dari Abu Hamzah yaitu Anas bin Malik al-Anshari Shallallahu ‘alaihi wa sallam , pelayan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam , katanya: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Niscayalah Allah itu lebih gembira dengan taubat hambaNya daripada gembiranya seseorang dari engkau semua yang jatuh di atas untanya dan oleh Allah ia disesatkan di suatu tanah yang luas.” (Muttafaq ‘alaih)

Dalam riwayat Muslim disebutkan demikian:
“Niscayalah Allah itu lebih gembira dengan taubat hambaNya ketika ia bertaubat kepadaNya daripada gembiranya seseorang dari engkau semua yang berada di atas kendaraannya – yang dimaksud ialah untanya – dan berada di suatu tanah yang luas, kemudian menyingkirkan kendaraannya itu dari dirinya, sedangkan di situ ada makanan dan minumannya. Orang tadi lalu berputus-asa. Kemudian ia mendatangi sebuah pohon terus tidur berbaring di bawah naungannya, sedang hatinya sudah berputus asa sama sekali dari kendaraannya tersebut. Tiba-tiba di kala ia berkeadaan sebagaimana di atas itu, kendaraannya itu tampak berdiri di sisinya, lalu ia mengambil ikatnya. Oleh sebab sangat gembiranya maka ia berkata: “Ya Allah, Engkau adalah hambaku dan aku adalah TuhanMu”. Ia menjadi salah ucapannya kerana amat gembiranya.”

  Dari Abu Musa Abdullah bin Qais al-Asy’ari Shallallahu ‘alaihi wa sallam , dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam , sabdanya: “Sesungguhnya Allah Ta’ala itu membeberkan tanganNya – yakni kerahmatanNya -di waktu malam untuk menerima taubatnya orang yang berbuat kesalahan di waktu siang dan juga membeberkan tanganNya di waktu siang untuk menerima taubatnya orang yang berbuat kesalahan di waktu malam. Demikian ini terus menerus sampai terbitnya matahari dari arah barat – yakni di saat hamper tibanya hari kiamat, kerana setelah ini terjadi, tidak diterima lagi taubatnya seseorang.” (Riwayat Muslim)

 

Bersambung

Sumber: riyadhus-shalihin

Source: Hadits

Tags: artikel islami

author
Author: 

    Related Post "Riyadhus Shalihin Bab 2: Kitab Taubat"

    Fiqh Tentang Keistimewaan Hari Jum’at
    Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam, sangat memuliakan hari
    Manfaat Kayu Manis Bagi Kesehatan
    Pada posting artikel kali ini Gagaje  akan
    20000 Nama Islami untuk bayi laki-laki
    Rangkaian Nama Anak Laki-Laki IslamDAFTAR RANGKAIAN NAMA
    8 Fakta Unik dan Menarik Tentang Mimpi
    Tahu Mimpi kan? Mimpi adalah pengalaman bawah

    Leave a reply "Riyadhus Shalihin Bab 2: Kitab Taubat"